Artstar Ruang Ide, Seni, dan Kreativitas

Desain Website & UI UX oleh Artstar

Artstar adalah ruang eksplorasi desain website, UI UX, dan visual digital yang menggabungkan estetika, fungsi, dan pengalaman pengguna. Website ini membahas proses desain, prinsip visual, serta implementasi desain digital yang relevan dengan kebutuhan saat ini.

Fokus utama Artstar adalah menciptakan desain website dan UI UX yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga efektif secara fungsi. Setiap karya dan artikel disusun berdasarkan riset, struktur, dan pemahaman terhadap perilaku pengguna.

Sabtu, 08 November 2025

Tentang Saya

Bintang alfajari

 Halo, nama gue Bintang Alfajari, mahasiswa di Jakarta Global University yang punya passion besar di dunia desain grafis dan UI/UX.

Selama perjalanan gue, gue pernah dapet pengalaman kerja di Grand Depok Printing selama 6 bulan. Di sana, gue banyak belajar langsung soal industri kreatif dan ngasah skill gue dalam bikin berbagai desain, mulai dari poster, banner, logo, sampai kebutuhan desain cetak lainnya.

Selain desain grafis, gue juga mendalami UI/UX design, karena menurut gue, desain bukan cuma soal tampilan, tapi juga soal pengalaman pengguna. Gue selalu berusaha bikin karya yang bukan hanya keren secara visual, tapi juga fungsional dan nyaman dipakai.

Buat gue, desain adalah cara untuk nyampaiin ide, cerita, dan solusi dengan cara yang sederhana tapi impactful.


7 Prinsip Dasar Desain Grafis yang Bikin Karya Kamu Terlihat Lebih Profesional

7 prinsip dasar Desain Grafis

 

7 Prinsip Dasar Desain Grafis yang Bikin Karya Kamu Terlihat Lebih Profesional

Pernah nggak lo ngerasa hasil desain lo “ada yang aneh”? Warnanya udah pas, font-nya udah keren, tapi tetep aja keliatan kurang nyatu. Nah, biasanya bukan karena lo kurang skill, tapi karena prinsip dasar desain belum diterapin dengan bener.

Desain grafis itu nggak cuma soal keindahan visual, tapi juga tentang bagaimana mata dan otak manusia memproses informasi. Sama kayak musik yang punya ritme dan harmoni, desain juga butuh keseimbangan dan alur visual yang nyaman buat dilihat.

Nah, kali ini kita bakal bahas tujuh prinsip dasar desain yang wajib banget lo kuasai kalau pengen hasil desain lo naik level — nggak cuma keren, tapi juga profesional dan punya arah.

kontras pada desain


🟣 1. Kontras (Contrast)

Kontras adalah perbedaan antara dua elemen dalam desain — bisa dari warna, ukuran, bentuk, atau ketebalan font. Tanpa kontras, desain bakal keliatan datar, susah dibaca, dan nggak menarik perhatian.

Tujuan utama kontras adalah menonjolkan elemen penting dan menciptakan hierarki visual. Misalnya, teks putih di atas background hitam itu contoh kontras warna. Atau judul besar di atas teks kecil, itu contoh kontras ukuran.

Tapi inget, kontras bukan berarti semua hal harus ekstrem. Fokusnya tetap di balance. Kontras yang pas bisa bikin desain lo hidup, tapi kalau berlebihan malah bikin mata capek.

Tips: Gunakan maksimal dua jenis font (tebal dan tipis), dan jangan takut pakai perbedaan warna terang vs gelap buat bikin elemen penting jadi stand out.

keseimbangan dalam desain




🟢 2. Keseimbangan (Balance)

Bayangin desain lo kayak timbangan. Kalau satu sisi terlalu berat — misalnya banyak elemen atau warna gelap di satu area — hasilnya bakal terasa “jatuh”. Nah, di sinilah peran keseimbangan.

Ada dua jenis keseimbangan utama:

  • Simetris: elemen kiri dan kanan (atau atas dan bawah) punya berat visual yang sama. Terlihat rapi, formal, dan stabil.

  • Asimetris: elemen berbeda tapi tetap terasa seimbang secara visual. Ini yang sering dipakai di desain modern karena lebih dinamis dan berkarakter.

Tips: Buka desain lo, lalu zoom out. Kalau mata lo ngerasa satu sisi lebih “penuh”, geser atau ubah ukuran elemen sampai terlihat seimbang. 

irama desain


🔵 3. Irama (Rhythm)

Desain juga butuh irama — sama kayak lagu. Irama dalam desain muncul lewat pengulangan elemen: warna, bentuk, garis, atau pola. Dengan begitu, mata pembaca punya arah buat “jalan” ngikutin visualnya.

Contoh gampangnya, liat feed Instagram yang rapi dan teratur. Biasanya, itu karena sang desainer menerapkan ritme lewat pola warna, ukuran foto, dan jarak antar elemen yang konsisten.

Tapi hati-hati, irama yang terlalu kaku bisa bikin desain lo monoton.

Tips: Gunakan repetisi untuk menciptakan keteraturan, tapi kasih sedikit variasi biar desain tetap menarik dan nggak ngebosenin.


🟠 4. Penekanan (Emphasis)

Bayangin lo bikin poster event. Kalau semua teks lo sama besar, pembaca bakal bingung mana info pentingnya. Nah, emphasis atau penekanan digunakan buat menarik perhatian ke bagian paling krusial.

Penekanan bisa diciptakan lewat warna, ukuran, bentuk, atau posisi. Misalnya, tombol “Buy Now” di website selalu paling mencolok — itu hasil dari prinsip emphasis.

Tips: Pilih satu elemen utama buat disorot. Jangan semua elemen lo bikin heboh, nanti malah rebutan perhatian 😅 


🟡 5. Kesatuan (Unity)

Kesatuan itu tentang bagaimana semua elemen desain terasa nyatu dan mendukung satu pesan yang sama. Tanpa unity, desain lo bisa keliatan “acak” dan bikin orang bingung liatnya.

Misalnya lo lagi bikin desain bertema alam. Tapi lo pakai font futuristik, warna neon, dan icon robot — itu jelas bentrok.

Tips: Gunakan palet warna yang konsisten dan pilih gaya visual yang sesuai dengan tema. Kalau konsepnya minimalis, ya pertahankan kesederhanaan dari awal sampai akhir.

Unity juga termasuk pemilihan gaya ilustrasi, fotografi, bahkan tone warna. Semuanya harus punya vibe yang sama biar terlihat profesional.


🟤 6. Proporsi (Proportion)

Proporsi adalah hubungan ukuran antar elemen di dalam desain. Ini penting banget buat menciptakan keseimbangan dan hierarki visual yang enak dilihat.

Elemen besar biasanya menarik perhatian lebih dulu, jadi gunakan ukuran buat nunjukin “mana yang paling penting”.
Misalnya, di poster konser: nama band = besar, tanggal = sedang, detail lokasi = kecil.

Tips: Gunakan aturan sepertiga (rule of thirds) atau golden ratio buat nyusun elemen utama. Prinsip ini bisa bikin komposisi lo terlihat alami dan proporsional.


⚫ 7. Harmoni (Harmony)

Harmoni adalah hasil akhir ketika semua prinsip di atas berjalan dengan baik. Desain yang harmonis bikin mata nyaman dan pesan visualnya tersampaikan jelas.

Harmoni muncul dari kombinasi warna yang seimbang, tipografi yang selaras, serta komposisi yang rapi.
Kalau desain lo terasa tenang dan nggak “maksa”, berarti harmoni lo dapet.

Tips: Jangan takut ruang kosong (white space). Ruang kosong itu penting buat kasih napas pada elemen visual dan bikin desain terasa lega serta elegan. 


✨ Penutup

Desain yang keren bukan cuma karena software yang lo pakai, tapi karena lo ngerti bagaimana tiap elemen berfungsi secara visual.
Kontras, keseimbangan, dan harmoni bukan teori kaku — tapi panduan buat bikin karya lo bisa “bicara” ke audiens.

Kalau lo mulai nguasain tujuh prinsip dasar ini, dijamin desain lo bakal jauh lebih matang, terarah, dan punya makna visual yang kuat.
Dan inget, desain itu bukan cuma soal “bagus”, tapi soal gimana lo bisa menyampaikan pesan lewat visual dengan cara yang paling efektif.

📥 Bonus Mini: Checklist Desainer Pemula

✅ Gunakan maksimal dua jenis font
✅ Pastikan kontras warna cukup kuat
✅ Seimbangkan elemen kiri-kanan
✅ Ulangi pola visual biar ritmis
✅ Pilih satu fokus utama (emphasis)
✅ Gunakan white space dengan bijak



Portofolio Bintang Alfajari

Saya percaya kalau desain bukan hanya soal tampilan visual, tapi juga tentang bagaimana sebuah karya bisa memberi pengalaman terbaik bagi penggunanya. Karena itu, saya mengasah kemampuan saya di berbagai bidang, mulai dari desain cetak, desain digital, sampai desain antarmuka.

Dalam perjalanan saya, saya pernah bekerja di Grand Depok Printing selama 6 bulan. Di sana saya banyak terlibat dalam pembuatan poster, banner, dan logo untuk berbagai kebutuhan klien. Pengalaman ini membantu saya memahami bagaimana menerjemahkan ide menjadi karya visual yang efektif.

Selain pengalaman kerja, saya juga terus mengembangkan keterampilan saya dengan menguasai beberapa tools dan software pendukung, seperti:

  • HTML & CSS – untuk membuat struktur dan tampilan website yang responsif.

  • Figma – merancang UI/UX dengan flow yang jelas dan user-friendly.

  • Canva – membuat desain cepat, simpel, dan menarik.

  • Adobe Photoshop & Adobe Illustrator – mengolah foto, membuat ilustrasi, serta desain visual yang lebih kompleks.

Bagi saya, desain adalah kombinasi antara kreativitas, teknis, dan komunikasi visual. Itulah yang selalu saya bawa dalam setiap proyek yang saya kerjakan.


Portofolio Poster T-shirt Donaru

1. Proyek Donaru – Fashion Branding
Donaru adalah brand fashion dengan konsep “Gaya Bangsawan, Harga Berteman”.
Dalam proyek ini, gue merancang visual branding yang mengedepankan kesan elegan, minimalis, dan terjangkau.

  • Desain pertama menampilkan look yang rapi dan berkelas untuk kemeja formal.

  • Desain kedua fokus pada gaya boxy t-shirt dengan nuansa elegan tapi tetap kasual.
    Proyek ini menunjukkan kemampuan gue dalam menggabungkan desain tipografi, layout, dan branding agar selaras dengan identitas produk.

2. Poster Event – Halal Bihalal & Milad
Selain branding fashion, gue juga mengerjakan desain poster untuk event kampus. Poster “Halal Bihalal dan Milad” dibuat dengan nuansa islami, menonjolkan ornamen lampu, tipografi bercahaya, dan komposisi yang menarik perhatian. Tujuannya adalah menciptakan atmosfer hangat dan meriah sesuai tema acara.


Portofolio Poster Makanan Warung kopi zieffa 

Proyek Desain – ZIEFFA Warkop

Pada proyek ini, gue dipercaya untuk membuat desain promosi menu makanan untuk ZIEFFA Warkop. Fokus utamanya adalah menciptakan tampilan visual yang sederhana namun tetap menarik perhatian pelanggan.

1. Mie Tek-Tek
Desain mie tek-tek dibuat dengan background gelap yang memberi kontras pada warna mie. Dengan tambahan highlight harga “15K” di lingkaran oranye, desain ini langsung menonjolkan informasi utama agar mudah dilihat konsumen.

2. Nasi Goreng
Untuk nasi goreng, gue pakai tone warna kuning-oranye yang identik dengan energi dan semangat. Ditambah tipografi tegas dan gambar nasi goreng dengan telur mata sapi, desain ini bikin menu terlihat menggugah selera dan penuh warna.

3. Bubur Ayam
Desain bubur ayam dibuat lebih hangat dan tradisional, dengan background kayu gelap yang menonjolkan tekstur makanan. Pilihan tipografi serif menambah kesan elegan tapi tetap sederhana.


portofolio desain UI/UX

Proyek UI/UX – Aplikasi Monitoring & Quiz Siswa

Proyek ini merupakan desain aplikasi mobile yang gue buat untuk membantu proses pembelajaran dan monitoring siswa. Fokus utamanya ada pada kemudahan penggunaan, tampilan modern, dan pengalaman pengguna yang intuitif.

1. Fitur Quiz

  • Halaman quiz dirancang agar guru bisa membuat soal dengan cepat.

  • Informasi penting seperti jumlah soal, mata pelajaran, dan waktu pengerjaan ditampilkan jelas.

  • QR code ditambahkan untuk mempermudah akses siswa ke soal secara langsung.

2. Dashboard Monitoring

  • Menyediakan ringkasan data penting, seperti persentase kehadiran, jumlah tugas yang selesai, dan tingkat keterlambatan siswa.

  • Visualisasi data menggunakan grafik batang agar guru bisa lebih mudah membaca pola kehadiran.

  • Daftar siswa juga dilengkapi status kehadiran dan progres tugas, membuat monitoring lebih praktis.

3. Absensi Siswa

  • Halaman absensi didesain simple, dengan opsi hadir/alpa yang bisa langsung diklik.

  • Tersedia kolom pencarian untuk mempermudah guru menemukan siswa tertentu.

  • Desain clean dengan banyak ruang kosong (white space) agar tetap nyaman dilihat.

 

Portofolio desain website mengunakan html dan css

Proyek Website KLMX (HTML & CSS)

Website ini gue kembangkan menggunakan HTML dan CSS murni, tanpa framework tambahan. Fokus utama gue ada di struktur sederhana, responsive layout, dan visual branding yang kuat.

Fitur utama:

  1. Hero Section

    • Menggunakan background image bertema langit malam + bulan.

    • Brand KLMX tampil di tengah dengan heading besar.

    • Tagline singkat memperkuat identitas brand fashion premium.

  2. Navigasi Atas

    • Dibangun dengan elemen <nav> sederhana.

    • Ada kolom pencarian menggunakan <input type="search">.

    • Tombol Login ditempatkan di kanan atas dengan styling CSS hover effect.

  3. Navigasi Bawah

    • Dibuat dengan konsep bottom navigation bar seperti aplikasi mobile.

    • Menggunakan ikon (font icon / SVG) untuk menu: Home, Keranjang, Kontak, Info.

    • CSS grid/flex digunakan supaya layout tetap rapi di berbagai ukuran layar.

Teknologi yang dipakai:

  • HTML5 → struktur semantic (header, nav, section).

  • CSS3 → styling, hover effect, responsive design (media queries).

  • Typography & Color → kombinasi serif elegan + nuansa biru gelap untuk kesan premium.

Hasil:

  • Website ringan, cepat diakses, dan bisa dibuka baik di desktop maupun mobile.

  • Tampilan UI modern + UX yang sederhana, memudahkan pengguna berinteraksi.


Minggu, 28 September 2025

Canvas Digital Mengenal Desain Bersama Bintang Alfajari

Gambar Tampilan website Aloha Nineties 


 Perjalanan Saya Belajar Desain dari Nol

Sejak dulu saya selalu kagum dengan tampilan desain yang saya lihat di media sosial, mulai dari poster, logo, sampai konten digital yang terlihat menarik dan profesional. Rasa kagum itu perlahan menumbuhkan keinginan dalam diri saya: bagaimana kalau saya juga bisa membuat desain seperti itu? Dari situlah perjalanan saya belajar desain grafis dimulai, benar-benar dari nol.

Langkah pertama saya cukup sederhana, saya mencoba aplikasi desain yang mudah digunakan seperti Canva. Saat itu, saya hanya iseng membuat poster sederhana untuk latihan. Hasilnya tentu saja masih jauh dari kata bagus, bahkan saya sendiri merasa desain saya terlihat kaku dan tidak rapi. Namun, justru dari situlah saya sadar bahwa semua orang pasti memulai dari karya pertama yang mungkin terlihat biasa saja.

Saya kemudian mulai mencari cara untuk belajar lebih dalam. YouTube menjadi guru pertama saya. Dari tutorial singkat, saya belajar mengenal berbagai tools, mencoba membuat ulang desain orang lain, dan bereksperimen dengan warna serta tipografi. Tidak jarang saya merasa bingung, apalagi ketika mencoba software yang lebih kompleks seperti Photoshop atau Illustrator. Tetapi setiap kali berhasil memahami satu fitur baru, rasanya seperti menemukan harta karun kecil yang membuat saya semakin semangat.

Tentu saja perjalanan ini tidak selalu mulus. Ada masa di mana saya merasa minder melihat karya orang lain yang jauh lebih bagus. Ada juga saat-saat ketika laptop saya terasa lemot, atau saya kesulitan mengatur waktu untuk belajar. Namun perlahan, saya belajar untuk tidak membandingkan diri terlalu keras. Saya mulai fokus pada perkembangan kecil dari karya pertama hingga karya berikutnya.

Salah satu momen yang membuat saya semakin percaya diri adalah ketika ada teman yang memuji desain sederhana yang saya buat. Walaupun pujian itu kecil, rasanya seperti dorongan besar untuk terus belajar. Dari situ saya semakin yakin bahwa setiap usaha tidak akan sia-sia.

Kini, walaupun saya masih dalam tahap belajar, saya bisa melihat perkembangan yang cukup berarti. Dari desain pertama yang berantakan, hingga sekarang saya bisa membuat karya yang lebih rapi, seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan. Saya belajar bahwa desain bukan hanya soal alat, tapi juga tentang rasa, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba.

Perjalanan saya masih panjang, tetapi saya percaya bahwa dengan konsistensi, saya akan terus berkembang. Pesan saya untuk siapa pun yang ingin belajar desain adalah: jangan takut memulai. Semua desainer hebat juga pernah membuat karya yang jelek. Yang terpenting adalah berani mencoba, terus belajar, dan menikmati setiap prosesnya.